Wor adalah
bahasa daerah Biak yang berarti nyanyian serta tari adat suku Biak yang
merupakan alah satu suku yang tinggal di West Papua. Wor ini pada masa lampau
digunakan untuk menyampaikan identitas sosial sebagai fungsi utama dan menjadi
bagian kehidupan orang Biak. Baca juga lagu daerah Papua.
Lagu wor ini digunakan untuk mengenang orang kesayangan yang
sudah meninggal dunia. Sedangkan para pria menyanyikan wor di tengah laut untuk
menenangkan roh laut. Wor ini juga dinyanyikan seminggu penuh dari anggota
keluarga dari segala usia untuk menandai jenjang hidup.
Improvisasi yang dinyanyikan oleh ciri wor dinyanyikan oleh
penyanyi berpengalaman dan menguasai ritme wor dan juga seluk - beluk wor dan
cerdik dan cepat mendemontrasikan improvisasi.
Terdapat puluhan jenis wor tradisional yang terdapat di suku
Biak - Numfor. Jenis wor tersebut dibedakan berdasarkan ritme, melodi. Fungsi
sosial wor antara lain: kankarem, Lagu pembukaan, lagu berkisah atau balada dan
beyuser.
Lagu yang berkisah atau Balada antara lain : lagu perang,
dow mamun, sandia, lagu tarian Seperti yerisam dan dow arbur.
Suku Biak telah mengenal dan menerima variasi wor. Jenis wor
tersebut disebut juga wor - wor standar suku Biak. Variasi wor bersifat
regional dan individual semacam dialek musikal.
Wor yang terbagi menjadi berbagai jenis wor dan variasinya
semuanya berasal dari skema rumit serta konsisten, dan bagi mereka yang telah
menguasai skema tersebut telah menguasai kaidah seni wor dan keindahanya.
Dari setiap wor terbagi menjadi dua bagian yaitu kadwor atau
pucuk dan Fuar atau akar. Antara penyanyi solo dan koor dengan menyanyikan
secara bergantian ataupun antar kelompok lain akan menimbulkan kesan orang yang
menyanyikan kanon.
Sajian Wor
Ketika seorang menyanyikan kadwor dan fuar untuk didengar
atau dihafal penyanyi lain, dan ketika penyanyi mengulangi mengulangi lagi, penyanyi
lain menjawab dengan menyanyikan bagian pertama.
Kemudian serombongan penyanyi atau penari bergabung dengan
menyanyikan bagian pucuk dan akar. Kelompok lain menyanyik
an bagian pucuk dan kelompok lainya menyanyikan bagian akar.
an bagian pucuk dan kelompok lainya menyanyikan bagian akar.
Sedangkan iringan yang digunakan adalah dengan tabuhan
gendang tifa bermain ritme. Ketika semakin banyak penyanyi yang menangkap lagu
maka volumenya akan semakin besar. Tahapan menyanyi akan lebih sederhana ketika
sebagian telah menguasau lagu. Koor mengambil alih mulai dari kadow dan
melanjutkan nyanyian ke fuar dan solois menyanyikan kadwor.
Bagaimana Tinggi Nada Wor Di Tetapkan?
Tinggi nada tergantung sesuai dengan sesuka hati dan tinggi
nada akan berbeda tinggi nada seorang penari dan penyanyi. Dengan demikian akan
menyatu dari bagian akhir dari setiap lirik.
Koor sajian wor ini tidak ada pemimpin dan setiap orang
berusaha untuk menonjol dan juga ada kekebasan yang menonjol ketika menari
dengan menyanyikan dua bagian. Mendominasi laguWor adalah bahasa daerah Biak yang
berarti nyanyian serta tari adat suku Biak yang merupakan alah satu suku yang
tinggal di West Papua. Wor ini pada masa lampau digunakan untuk menyampaikan
identitas sosial sebagai fungsi utama dan menjadi bagian kehidupan orang Biak.
Baca juga lagu daerah Papua.
Lagu
wor ini digunakan untuk mengenang orang kesayangan yang sudah meninggal dunia.
Sedangkan para pria menyanyikan wor di tengah laut untuk menenangkan roh laut.
Wor ini juga dinyanyikan seminggu penuh dari anggota keluarga dari segala usia
untuk menandai jenjang hidup.
Improvisasi
yang dinyanyikan oleh ciri wor dinyanyikan oleh penyanyi berpengalaman dan
menguasai ritme wor dan juga seluk - beluk wor dan cerdik dan cepat
mendemontrasikan improvisasi.
Terdapat
puluhan jenis wor tradisional yang terdapat di suku Biak - Numfor. Jenis wor
tersebut dibedakan berdasarkan ritme, melodi. Fungsi sosial wor antara lain:
kankarem, Lagu pembukaan, lagu berkisah atau balada dan beyuser.
Lagu
yang berkisah atau Balada antara lain : lagu perang, dow mamun, sandia, lagu
tarian Seperti yerisam dan dow arbur.
Suku
Biak telah mengenal dan menerima variasi wor. Jenis wor tersebut disebut juga
wor - wor standar suku Biak. Variasi wor bersifat regional dan individual
semacam dialek musikal.
Wor
yang terbagi menjadi berbagai jenis wor dan variasinya semuanya berasal dari
skema rumit serta konsisten, dan bagi mereka yang telah menguasai skema
tersebut telah menguasai kaidah seni wor dan keindahanya.
Dari
setiap wor terbagi menjadi dua bagian yaitu kadwor atau pucuk dan Fuar atau
akar. Antara penyanyi solo dan koor dengan menyanyikan secara bergantian
ataupun antar kelompok lain akan menimbulkan kesan orang yang menyanyikan
kanon.
Sajian
Wor
Ketika
seorang menyanyikan kadwor dan fuar untuk didengar atau dihafal penyanyi lain,
dan ketika penyanyi mengulangi mengulangi lagi, penyanyi lain menjawab dengan
menyanyikan bagian pertama.
Kemudian
serombongan penyanyi atau penari bergabung dengan menyanyikan bagian pucuk dan
akar. Kelompok lain menyanyikan bagian pucuk dan kelompok lainya menyanyikan
bagian akar.
Sedangkan
iringan yang digunakan adalah dengan tabuhan gendang tifa bermain ritme. Ketika
semakin banyak penyanyi yang menangkap lagu maka volumenya akan semakin besar.
Tahapan menyanyi akan lebih sederhana ketika sebagian telah menguasau lagu.
Koor mengambil alih mulai dari kadow dan melanjutkan nyanyian ke fuar dan solois
menyanyikan kadwor.
Bagaimana
Tinggi Nada Wor Di Tetapkan?
Tinggi
nada tergantung sesuai dengan sesuka hati dan tinggi nada akan berbeda tinggi
nada seorang penari dan penyanyi. Dengan demikian akan menyatu dari bagian
akhir dari setiap lirik.
Koor
sajian wor ini tidak ada pemimpin dan setiap orang berusaha untuk menonjol dan
juga ada kekebasan yang menonjol ketika menari dengan menyanyikan dua bagian.
Mendominasi lagu dari setiap bagian koor yang dinyanyikan sebelum paruhan koor
lain selesau menyanyikan, dan penyanyi kadwor membalasa dan berusaha akan
merampas kembali lagunya.
Kebebasan
cara menyanyi dan bersain macam ini dalam musik barat disebut bentuk
"heterofonik", Yang merupakan suatu istilah yang mengacu struktur
susunan nyanyian. Kata Hetero berarti lain atau berbeda dan fonik lebih
bersifat memakai atau menghasilkan bunyi.
Berdasarkan
hubungan susunan nyanyian wor dan menurut caranya, mengacu pada variasi bebas
dalam nada - nada sebagai bentuk heterofonik seperti dalam nada, frase melodik,
melodi dan juga kualitas nyanyian wor. Terjadi secara bersamaan semua ciri ini
pada suatu nyanyian dan tarian wor.
Susunan
lirik wor ini mirip dengan teka -teki karena setiap bagian fuar mengisi bagian
kosong dari kadwor.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar