Cari Blog Ini

Kamis, 23 Februari 2017

Nyanyia Dan Tarian Suku Biak Papua

Wor adalah bahasa daerah Biak yang berarti nyanyian serta tari adat suku Biak yang merupakan alah satu suku yang tinggal di West Papua. Wor ini pada masa lampau digunakan untuk menyampaikan identitas sosial sebagai fungsi utama dan menjadi bagian kehidupan orang Biak. Baca juga lagu daerah Papua.

Lagu wor ini digunakan untuk mengenang orang kesayangan yang sudah meninggal dunia. Sedangkan para pria menyanyikan wor di tengah laut untuk menenangkan roh laut. Wor ini juga dinyanyikan seminggu penuh dari anggota keluarga dari segala usia untuk menandai jenjang hidup.

Improvisasi yang dinyanyikan oleh ciri wor dinyanyikan oleh penyanyi berpengalaman dan menguasai ritme wor dan juga seluk - beluk wor dan cerdik dan cepat mendemontrasikan improvisasi.

Terdapat puluhan jenis wor tradisional yang terdapat di suku Biak - Numfor. Jenis wor tersebut dibedakan berdasarkan ritme, melodi. Fungsi sosial wor antara lain: kankarem, Lagu pembukaan, lagu berkisah atau balada dan beyuser.



Lagu yang berkisah atau Balada antara lain : lagu perang, dow mamun, sandia, lagu tarian Seperti yerisam dan dow arbur.

Suku Biak telah mengenal dan menerima variasi wor. Jenis wor tersebut disebut juga wor - wor standar suku Biak. Variasi wor bersifat regional dan individual semacam dialek musikal.

Wor yang terbagi menjadi berbagai jenis wor dan variasinya semuanya berasal dari skema rumit serta konsisten, dan bagi mereka yang telah menguasai skema tersebut telah menguasai kaidah seni wor dan keindahanya.

Dari setiap wor terbagi menjadi dua bagian yaitu kadwor atau pucuk dan Fuar atau akar. Antara penyanyi solo dan koor dengan menyanyikan secara bergantian ataupun antar kelompok lain akan menimbulkan kesan orang yang menyanyikan kanon.

Sajian Wor
Ketika seorang menyanyikan kadwor dan fuar untuk didengar atau dihafal penyanyi lain, dan ketika penyanyi mengulangi mengulangi lagi, penyanyi lain menjawab dengan menyanyikan bagian pertama.

Kemudian serombongan penyanyi atau penari bergabung dengan menyanyikan bagian pucuk dan akar. Kelompok lain menyanyik
an bagian pucuk dan kelompok lainya menyanyikan bagian akar.

Sedangkan iringan yang digunakan adalah dengan tabuhan gendang tifa bermain ritme. Ketika semakin banyak penyanyi yang menangkap lagu maka volumenya akan semakin besar. Tahapan menyanyi akan lebih sederhana ketika sebagian telah menguasau lagu. Koor mengambil alih mulai dari kadow dan melanjutkan nyanyian ke fuar dan solois menyanyikan kadwor.

Bagaimana Tinggi Nada Wor Di Tetapkan?
Tinggi nada tergantung sesuai dengan sesuka hati dan tinggi nada akan berbeda tinggi nada seorang penari dan penyanyi. Dengan demikian akan menyatu dari bagian akhir dari setiap lirik.

Koor sajian wor ini tidak ada pemimpin dan setiap orang berusaha untuk menonjol dan juga ada kekebasan yang menonjol ketika menari dengan menyanyikan dua bagian. Mendominasi laguWor adalah bahasa daerah Biak yang berarti nyanyian serta tari adat suku Biak yang merupakan alah satu suku yang tinggal di West Papua. Wor ini pada masa lampau digunakan untuk menyampaikan identitas sosial sebagai fungsi utama dan menjadi bagian kehidupan orang Biak. Baca juga lagu daerah Papua.

Lagu wor ini digunakan untuk mengenang orang kesayangan yang sudah meninggal dunia. Sedangkan para pria menyanyikan wor di tengah laut untuk menenangkan roh laut. Wor ini juga dinyanyikan seminggu penuh dari anggota keluarga dari segala usia untuk menandai jenjang hidup.

Improvisasi yang dinyanyikan oleh ciri wor dinyanyikan oleh penyanyi berpengalaman dan menguasai ritme wor dan juga seluk - beluk wor dan cerdik dan cepat mendemontrasikan improvisasi.

Terdapat puluhan jenis wor tradisional yang terdapat di suku Biak - Numfor. Jenis wor tersebut dibedakan berdasarkan ritme, melodi. Fungsi sosial wor antara lain: kankarem, Lagu pembukaan, lagu berkisah atau balada dan beyuser.


Lagu yang berkisah atau Balada antara lain : lagu perang, dow mamun, sandia, lagu tarian Seperti yerisam dan dow arbur.

Suku Biak telah mengenal dan menerima variasi wor. Jenis wor tersebut disebut juga wor - wor standar suku Biak. Variasi wor bersifat regional dan individual semacam dialek musikal.

Wor yang terbagi menjadi berbagai jenis wor dan variasinya semuanya berasal dari skema rumit serta konsisten, dan bagi mereka yang telah menguasai skema tersebut telah menguasai kaidah seni wor dan keindahanya.

Dari setiap wor terbagi menjadi dua bagian yaitu kadwor atau pucuk dan Fuar atau akar. Antara penyanyi solo dan koor dengan menyanyikan secara bergantian ataupun antar kelompok lain akan menimbulkan kesan orang yang menyanyikan kanon.

Sajian Wor
Ketika seorang menyanyikan kadwor dan fuar untuk didengar atau dihafal penyanyi lain, dan ketika penyanyi mengulangi mengulangi lagi, penyanyi lain menjawab dengan menyanyikan bagian pertama.

Kemudian serombongan penyanyi atau penari bergabung dengan menyanyikan bagian pucuk dan akar. Kelompok lain menyanyikan bagian pucuk dan kelompok lainya menyanyikan bagian akar.

Sedangkan iringan yang digunakan adalah dengan tabuhan gendang tifa bermain ritme. Ketika semakin banyak penyanyi yang menangkap lagu maka volumenya akan semakin besar. Tahapan menyanyi akan lebih sederhana ketika sebagian telah menguasau lagu. Koor mengambil alih mulai dari kadow dan melanjutkan nyanyian ke fuar dan solois menyanyikan kadwor.

Bagaimana Tinggi Nada Wor Di Tetapkan?
Tinggi nada tergantung sesuai dengan sesuka hati dan tinggi nada akan berbeda tinggi nada seorang penari dan penyanyi. Dengan demikian akan menyatu dari bagian akhir dari setiap lirik.

Koor sajian wor ini tidak ada pemimpin dan setiap orang berusaha untuk menonjol dan juga ada kekebasan yang menonjol ketika menari dengan menyanyikan dua bagian. Mendominasi lagu dari setiap bagian koor yang dinyanyikan sebelum paruhan koor lain selesau menyanyikan, dan penyanyi kadwor membalasa dan berusaha akan merampas kembali lagunya.

Kebebasan cara menyanyi dan bersain macam ini dalam musik barat disebut bentuk "heterofonik", Yang merupakan suatu istilah yang mengacu struktur susunan nyanyian. Kata Hetero berarti lain atau berbeda dan fonik lebih bersifat memakai atau menghasilkan bunyi.

Berdasarkan hubungan susunan nyanyian wor dan menurut caranya, mengacu pada variasi bebas dalam nada - nada sebagai bentuk heterofonik seperti dalam nada, frase melodik, melodi dan juga kualitas nyanyian wor. Terjadi secara bersamaan semua ciri ini pada suatu nyanyian dan tarian wor.


Susunan lirik wor ini mirip dengan teka -teki karena setiap bagian fuar mengisi bagian kosong dari kadwor.  

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar